Tampilkan postingan dengan label Pisikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pisikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2010

Tips Ampuh Mengobati Dan Menyembuhkan Luka Cinta Dan Patah Hati

Siapa yang lagi patah hati sekarang hayooo ngakuuu?? Hehehehe
Buat anda yang sedang patah hati. Apakah patah hati dapat diatasi? Tentu. Para psikolog berpendapat bahwa bagi penderita patah hati agar tetap percaya diri dan yakin bahwa masalah yang dihadapinya akan bisa diatasi oleh orang yang bersangkutan. Orang yang patah hati tersebut harus terus-menurus meyakinkan dirinya bahwa ia bisa mengatasi patah hatinya.



Pada gilirannya, ia pun diharapkan bisa menerima kenyataan yang telah terjadi. Namun melalui masa-masa yang menyakitkan itu memang memerlukan waktu, yang rentangnya bisa tidak sama pada masing-masing orang. Rentang waktu itu bergantung pada seberapa keras usaha orang yang sedang patah hati untuk mengatasi masalah yang mengungkung dirinya. Beberapa ahli menyarankan beberapa tindakan-tindakan yang sebaiknya dilakukan bagi orang yang menagalami patah hati.

Senin, 02 Agustus 2010

Remaja Mencari Solusi



Orang dulu bilang, masa remaja adalah masa yang paling indah, masa yang penuh kenangan manis dan meski ada pahitnya, amat berkesan sepanjang masa. Nah, apakah orang jaman sekarang juga menganggap masa remaja adalah masa yang paling indah? Ada kemungkinan jika diteliti, ada sebagian yang mengatakan "ya", tapi sebagian juga mengatakan "tidak" dan ada sebagian lagi yang menganggap "tidak tahu" atau "have no idea". Yang pasti, masa-masa remaja tidaklah semudah dan semanis yang dilihat orang. Iklan selalu lebih bagus dari kenyataan. Ceria di luar belum tentu seceria di dalam; bisa jadi ceria yang di luar untuk menyembunyikan berbagai hal yang berkecamuk di dalam.

Minggu, 25 Juli 2010

Psikologi Penulis Virus

---//  Preface

Pada dasarnya saya akan memberi sedikit penjelasan kepada anda tentang:

>> Sudut pandang seorang pembuat virus (biasa juga disebut VM/VX).Virus
   disini kita fokuskan pada worm.
>> Bagaimana seekor worm dapat menyebar luas.
>> Kelalaian korban.
>> Memanfaatkan kebiasaan VX untuk mengantisipasi serangan worm karena 
   kelalaian user (Tips aman dari virus tanpa Antivirus).

Selamat menikmati..


---//  Sudut Pandang Seorang VX dan bagaimana seekor worm dapat 
       menyebar-luas dengan memanfaatkan kelalaian user.

Mari sejenak kita masuk kedalam sudut pandang seorang Virus Writer(VX).
Pada intinya, seorang VX akan memposisikan dirinya seakan-akan dirinya 
adalah sang korban. VX biasanya akan memfokuskan perhatian pada hal-hal
berikut:

::(1):: Registry.
::(2):: Ms Configuration Untility.
::(3):: File Autoexec.bat dan win.ini.
::(4):: Task Manager.
::(5):: Special Directory.
::(6):: Kloning dan Icon.
::(7):: Media penyebaran.
        [+] Disket
        [+] Flashdisk
        [+] E-mail
        [+] IRC
        [+] Web page
::(8):: System Restore.
::(9):: Pertahanan diri terhadap Worm Removal Tools, Antivirus serta
        aplikasi-aplikasi lain yang (dianggap) membahayakan kelangsungan
        hidup worm.

Nah, sekarang mari kita kupas satu-persatu poin-poin diatas lalu kita
nikmati bersama-sama hehehe.. :P


::(1)::------------:: Registry (Start --> Run --> ketik regedit).

Registry boleh dikatakan sebagai kunci utama dan hal yang akan sangat -
sangat diperhatikan oleh user dalam pembasmian worm. Registry adalah
serangkaian konfigurasi yang dipakai windows untuk mengontrol hardware 
dan software yang ter-instal pada PC. Registry dibentuk oleh dua file,
yaitu system.dat dan user.dat yang berada di direktori windows. Dua file
ini memiliki file backup yang bernama system.da0 dan user.da0.

Ada lima key utama (Handle Key) pada registry. 

1. HKEY_CLASSES_ROOT (subkey dari HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Classes) 
.::Tempat menyimpan informasi yang akan memastikan bahwa files yang anda
   buka dibuka dengan aplikasi yang benar. 

2. HKEY_CURRENT_USER (Subkey dari HKEY_USERS) 
.::Mengandung beragam informasi tentang user (pengguna yang sedang 
   menggunakan Pc). Bukan cuma profil aja, tapi semua settingan kompy
   masing-masing user ada disini. 

3. HKEY_LOCAL_MACHINE 
.::Mengandung informasi tentang setting windows secara keseluruhan bagi
   seluruh pengguna PC. Setting yang dimaksud disini meliputi hardware 
   dan software. 

4. HKEY_USERS 
.::Udah jelas khan dari namanya... Yup, isi dari handle key yang satu ini
   adalah data dari seluruh pengguna PC. 

5. HKEY_CURRENT_CONFIG 
.::Berisi info tentang profil hardware yang digunakan PC saat komputer 
   menyala. 

Hampir seluruh aksi yang dilakukan oleh worm tidak lepas dari seputar
memodifikasi registry. Dari registry jugalah worm biasanya di set agar
otomatis hidup tatkala komputer menyala. Hal tersebut dapat dilakukan 
dengan menambahkan string Value pada lokasi berikut: 

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

Dari registry pula sang pembuat worm biasa mendisable fasilitas-fasilitas
penting seperti diantaranya MS Dos, Task Manager (MSCONFIG.EXE), Registry
Editor(Regedit.exe), merubah Registered Owner dan Registered Organization,
serta beragam aksi menyebalkan lainnya.

Karena itulah sang VX berusaha untuk mendisable Registry Editor agar worm
buatannya tidak bisa dihentikan dengan mudah.


::(2)::--------:: MsConfigurationUntility (Start-->Run-->ketik MSCONFIG).

Dari MSCONFIG user biasa memeriksa file/aplikasi apa saja yang dijalankan
otomatis ketika windows startup. Banyak hal bisa dilakkan dengan Ms 
Configuration Untility. Dari MSCONFIG user bisa menghapus daftar aplikasi
yang tidak diinginkan. Dari sini pula user bisa dengan leluasa mengedit
isi file win.ini, autoexec.bat, system.ini dan config.sys. Oleh karena 
itulah VX berusaha mencegah user untuk mengakses MSCONFIG demi kelangsungan
hidup ciptaannya.

Perlu anda ketahui bahwa pada windows 2000 Microsoft tidak menyertakan
file msconfig.exe. Mungkin waktu itu para pengembangnya lagi ngantuk kali
yee.. sehingga kelupaan menyertakan file penting ini hehehe... *kidding*


::(3)::--------:: File Autoexec.bat dan win.ini

Apa yang special dari kedua file diatas? Ya,dengan sedikit memanipulasi
isi kedua file tersebut seorang VX bisa membuat Virusnya otomatis 
berjalan ketika windows booting. Kedua file diatas akan di proses ketika
startup. Ah, yang bener? Mosok seeh?? Duuh.. gak percaya yach.. ok dech..
jaman sekarang ini segalanya membutuhkan pembuktian. Jika anda pengguna 
windows 98, coba anda buka file Autoexec.bat yang terletak di C:\ kemudian
periksa atributnya dulu, jika beratribut read-only, maka hilangkan centang
pada atribut itu agar anda bisa melakukan modifikasi isi file. Setelah itu
klik kanan pada file dan pilih Edit. Jendela Notepad akan terbuka dan 
menampilkan isi file Autoexec.bat. Ketik script berikut:

@echo off
echo.
echo     Selamat datang di komputer Gue..
echo     Biar jelek begini, yang penting gw pake uang halal..
echo.
echo     Sekarang tekan sembarang tombol..
echo     ----------------------------------------------------
pause

Klik [file]-->[save] untuk menyimpannya. Tutup Notepad kemudian restart 
komputer anda. Maka ketika windows booting pesan anda akan tampil.

Kini kita beralih ke file win.ini. File Win.ini terletak di directory
Windows berisi beberapa konfigurasi yang mengatur OS anda. Anda bisa 
menjalankan file tertentu secara otomatis dengan memodifikasi isi file
win.ini. Untuk mempermudah pemahaman anda, coba tambahkan baris berikut:

[Windows]
load=c:\lokasi_program\nama_program_yang_anda_inginkan.exe
run=c:\lokasi_program\nama_program_yang_anda_inginkan.exe

Ada beberapa file lagi yang juga sama-sama diproses ketika windows 
startup yaitu winstart.bat, system.ini dan config.sys namun virus kerap
kali memilih kedua file "special" yang telah saya bahas diatas.


::(4)::--------:: Task Manager (Tekan CTRL + ALT + DEL secara bersamaan).

Sesuai dengan namanya, Task Manager akan menampilkan aplikasi apa saja
yang sedang berjalan baik yang secara background atau tidak. Melalui Task
Manager kita bisa menghentikan "secara paksa" program yang tidak kita 
inginkan. Sang VX menyadari benar akan hal ini, dan banyak sekali worm 
yang diprogram untuk mampu mendisable Task Manager. Metodanya sendiri 
bermacam-macam. Ada yang otomatis mematikan fungsi mouse ketika Task 
Manager tebuka, ada pula yang langsung melakukan shutdown atau restart.
Diantaranya yang paling sering dilakukan adalah dengan perintah Taskkill,
namun cara ini tergolong kurang efektif karena perintah taskkill tidak
berjalan pada windows 9x dan ME.


::(5)::-------:: Special Directory.

Ada 2 directory special yang sudah menjadi "langganan" worm dan Virus 
yaitu directory windows dan directory system. Kedua directory ini memiliki
keunikan tersendiri karena kemudahan pengesetan variabel ketika kita menulis
kode program. Saya beri contoh sederhana dalam batch programming (duuh.. 
dari tadi sederhana melulu.. :P mudah-mudahan anda gak bosan yach..).
Misalnya anda ingin agar Virus anda mengcopykan dirinya sendiri ke directory
windows dan directory system maka script untuk melakukan aksi copy yang 
kita ketikkan ialah:

Copy %0 %windir%\virus.bat
Copy %0 %sysdir%\virus.bat

Karakter %0 berarti memerintahkan program tersebut untuk membaca dirinya 
sendiri dan %windir% serta %sysdir% sudah merupakan variabel default untuk
menunjukkan directory windows dan system. Eh, mengapa scriptnya gak seperti
ini saja:

Copy %0 C:\windows\virus.bat
Copy %0 C:\windows\system\virus.bat.

Hayoo.. kalau pake perintah diatas khan sama saja?? Tidak!! Jawabannya 
Tidak Sama pada kasus tertentu. Perlu anda ketahui bahwa tidak selamanya 
directory Windows benama Windows, dan tidak selamanya pula directory 
System bernama System. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut:

 -------------------------------------------------------------------
 | Versi Windows  | Nama Directory Windows | Nama Directory System |
 |-----------------------------------------------------------------|
 | Windows 9x, me |         windows        |       system          |
 | windows 2000   |          winnt         |      system32         |
 | windows XP     |         windows        |      system32         |
 -------------------------------------------------------------------


::(6)::-------:: Kloning dan Icon.

Dengan kemampuan kloning dan penggunaan icon yang "tepat" seekor worm
akan menyebar dengan sukses. Akhir-akhir ini banyak worm menggunakan 
icon HTML Document, Microsoft Word Document dan icon Folder untuk me-
ngecoh user. Dan ternyata?? Banyak sekali para pengguna komputer yang
tertipu mentah-mentah! Hal ini dibuktikan dengan maraknya penyebaran 
worm yang sangat meluas!! Tidak sadarkah anda bahwa penyebaran worm 
yang bombastis ini tidak lain dan tidak bukan karena kecerobohan anda
sendiri?? Hehehe.. jadi kalo anda ingin mengetahui seberapa ceroboh user
di negara kita ini, tinggal kita pantau saja dari banyak tidaknya orang
yang terserang worm :P

Sebelum anda membuka dokumen apapun, pastikan dengan benar bahwa icon yang
digunakan SESUAI sengan ekstensi file yang seharusnya. Banyak user yang
lalai akan hal ini. Biasakan untuk melihat properties file terlebih 
dahulu sebelum membukanya. Worm belakangan ini "gemar" memakai icon folder
dan msword namun memiliki ekstensi *.scr dan *.exe padahal kita tau bahwa
folder tidak memiliki ekstensi dan ekstensi untuk file microsoft word 
adalah *.doc Ingat!! Jangan terkecoh!! waspadalah!! waspadalah!! :P


::(7)::-------:: Media penyebaran.

[+]Disket dan Flashdisk
   --------------------
Tentu saja hal ini merupakan tahap yang tak kalah pentingnya. VX akan 
memilih sasaran media penyipanan yang sering digunakan oleh user. Misalnya
dulu mungkin orang hanya menggunakan disket, namun seiring berkembangnya
teknologi, penggunaan FlashDisk semakin meluas. Dan bisa ditebak, banyak
pula worm kini yang mampu menggandakan dirinya kedalam FlashDisk.

[+]Email
   -----
Email juga sangat-sangat potensial dalam penyebaran worm. Di zaman yang 
serba-E ini email sekan menjadi kebutuhan pokok. Banyak sekali worm yang
memiliki SMTP sendiri untuk menyebarkan dirinya. Biasanya email seperti ini
memiliki subject yang menarik, serta isi yang menggoda user untuk membuka
attachment Virus yang disertakan.

Worm akan memeriksa address book yang ada di aplikasi mail komputer korban
kemudian mencatat seluruh daftar alamat email yang ada disana. Adakalanya
worm hanya memilih alamat email tertentu saja (secara acak) namun terkadang
juga melakukan pengiriman diri sendiri kepada seluruh alamat yang ditemukan.

[+]IRC
   ----
IRC sejak lama telah dimanfaatkan oleh VX dalam penyebaran worm. Biasanya
worm akan memodifikasi isi file mirc.ini sehingga nantinya worm akan aktif
di beberapa channel yang ditentukan untuk berfungsi selayaknya boot.

[+]Website
   -------
Yang terakhir ini nampaknya kian marak kita temui, yaitu penyebaran melalui
web page. Biasanya admin situs yang menjadi seorang VX akan menyisipkan kode
javascript yang akan menjalankan file virus secara otomatis tanpa disadari
oleh korban (pengunjung). Admin-admin "durjana" (semoga Tuhan mengampuni
dosa-dosa mereka.. ^_^ .. ) seperti ini biasanya mengelola situs yang
"menarik" seperti penyedia crack, serial number, hacker tools dan situs-
situs p0rn0.

Selain menyisipkan kode Javascript, para admin nakal tersebut juga sering
melakukan aksi penipuan dengan menyisipkan worm pada file-file yang sering
di download oleh user.


::(8)::-------:: System Restore

Dulu kemampuan System Restore inilah yang dibangga-banggakan oleh Micro$oft.
Ketika Windows mengalami Error entah karena file systemnya corrupt, maka
kita tinggal menggunakan System restore, kembali kepada restore point saat
komputer kita masih dalam keadaan baik-baik saja.

Saya memiliki sedikit pengalaman dengan Virus Brontok.C. Virus ini sangat
merepotkan karena sepertinya sang penulisnya telah memikirkan matang-
matang tentang hal-hal yang memungkinkan mempersingkat umur Worm buatannya.

Saat itu (5/04/2006) saya dipanggil ke rumah seorang teman di Surabaya.
Sebelumnya saya sudah membaca "bocoran" tentang Virus ini di www.vaksin.com.
Vaksin memang memberikan solusi, namun solusi itu terlalu rumit dan saya
tidak punya tools yang disarankan oleh vaksin sebagai alat bantu.

Saya berusaha membasminya secara manual dan mencari-cari cara untuk mem-
bantai worm ini. Saya sempat hampir menyerah sebelum pada akhirnya saya
teringat sesuatu.. yaitu system restore. Beruntung sekali Brontok tidak
mengincar System Restore sehingga saya bisa menjalankan System Restore 
tanpa masalah. Setelah System Restore terbuka, segera saya pilih Restore
point saat komputer belum terinfeksi. Dan Sukses!! hehehe.. brontok musnah
dalam sekejap!! Tinggal bersih-bersih "mayatnya" ajah.... :P


::(9)::-------:: Pertahanan diri terhadap aplikasi pembasmi worm dan aplikasi
                 lain yang membahayakan.

Aplikasi yang membahayakan disini adalah yang membahakan bagi kelangsungan
hidup sang virus. VX jelas mempertibangkan hal ini. Meskipun semua fasilitas
default seperti msconfig, regedit, taskmanager, msdos sudah dikunci, namun 
di internet banyak sekali tools serupa yang dibuat oleh pihak ketiga. 

Naah, user biasa menggunakan tools serupa ini untuk membasmi virus secara
manual. VX kini memiliki kebiasaan memprogram wormnya untuk bisa mendeteksi
Application Title dari program yang sedang berjalan. Biasanya ketika me-
nemukan Application title yang tidak diinginkan seperti mengandung kata 
"Antivirus" , "Removal" , "Anti" , "Regsitry Editor" , "Untility" , "Basmi",
"Prompt" maka virus akan menghentikan proses program tersebut. 

Oleh karena itulah jika anda berniat membuat suatu removal tools untuk worm
jenis tertentu, jangan gunakan Application Title yang kira-kira sudah 
diperhitungkan oleh sang VX.

Selasa, 13 Juli 2010

Memupuk Rasa Percaya Diri

Oleh : Jacinta F. Rini
Jakarta, 16 Oktober 2002

Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "tidak pede" dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya yakin hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Ruang konseling di website inipun banyak diwarnai dengan pertanyaan seputar kasus-kasus yang berhubungan dengan krisis kepercayaan diri tersebut. Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri sendiri, "dulu saya tidak penakut seperti ini....kenapa sekarang jadi begini ?" ada juga yang berkata: "kok saya tidak seperti dia,...yang selalu percaya diri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya...saya malu menjadi diri saya!"
Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurnag percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan saya jawab dalam artikel ini.
Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias "sakti". Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa - karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.


Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah :

  • Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain
  • Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok
  • Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain - berani menjadi diri sendiri
  • Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
  • Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain)
  • Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, ornag lain dan situasi di luar dirinya
  • Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.

Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah:


  • Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok

  • Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan

  • Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri - namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri

  • Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif

  • Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil

  • Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)

  • Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu

  • Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain)


Perkembangan Rasa Percaya Diri
Pola Asuh
Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui proses yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini, merupakan faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri - seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.

Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik, sering memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan dan kemandirian anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan overprotective orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak belajar mengatasi problem dan tantangannya sendiri - segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua. Anak akan merasa, bahwa dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak pernah menyenangkan dan membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara kandungnya yang lain atau di hadapan teman-temannya.
Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang kurang realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingkan anak, mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri, tanpa sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut. Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering menciptakan trend yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh kasus yang riil pernah terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak diterima masuk di jurusan A1 (IPA), meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau, orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu, hanya karena anak-anak lainnya pun demikian.
Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial. Akhirnya, anak tumbuh menjadi individu yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai, dicintai, dan diakui, harus menyenangkan orang lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk menjadi diri sendiri - mereka tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu lemah, sementara ketakutannya terlalu besar.

Pola Pikir Negatif

Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru, dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu dari sisi negatif. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua negativisme itu berasal. Pola pikir individu yang kurang percaya diri, bercirikan antara lain:

  • Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri ("saya harus bisa begini...saya harus bisa begitu"). Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur.

  • Cara berpikir totalitas dan dualisme : "kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek"

  • Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-citanya di masa depan. Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana.

  • Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas dikritik.

  • Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti "saya memang bodoh"..."saya ditakdirkan untuk jadi orang susah", dsb....

  • Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara tulus, individu langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu tersebut langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya.

  • Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil, membuat individu langsung merasa menjadi orang tidak berguna.

Memupuk Rasa Percaya Diri
Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri.

1. Evaluasi diri secara obyektif
Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar "kekayaan" pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik.
2. Beri penghargaan yang jujur terhadap diri
Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri - hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.
3. Positive thinking
Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobodys perfect dan its okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.
4. Gunakan self-affirmation
Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya:
  • Saya pasti bisa !!
  • Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya !
  • Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan
  • Sayalah yang memegang kendali hidup ini
  • Saya bangga pada diri sendiri
5. Berani mengambil resiko
Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain.
6. Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan
Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan "beban" seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat "cemburu" hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda.
7. Menetapkan tujuan yang realistik
Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.
Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu.
Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk "harus" menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang tidak sehat). Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb - namun dalam perjalanan waktu anak itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter - memperalat, menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa.